1.200 Titik LPJU di Sleman Mati
Sleman – Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman memiliki banyak tanggungan tugas perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU). Dari pendataan tercatat sekitar 1.200 titik penerangan jalan umum dalam kondisi mati.
Mengingat banyaknya jumlah titik yang perlu diperbaiki, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menerapkan skala prioritas yakni pada ruas jalan dengan kepadatan arus lalu lintas tinggi. Diantaranya Jalan Solo, Jalan Magelang, Jalan Wates, dan ruas sepanjang ringroad.
Menurut Kepala Dishubkominfo Sleman, Drs Agoes Soesilo Endiarto, sebagian besar LPJU yang mati itu disebabkan kondisi cuaca.
“Beberapa bulan terakhir sering turun hujan yang mengakibatkan alat penerangan jalan menjadi korosif,” kata Agoes, Sabtu (18/6).
Pihaknya setiap tahun rutin menganggarkan perbaikan LPJU. Menjelang lebaran, frekuensi kegiatan ditingkatkan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Ditargetkan, pengerjaan perbaikan selesai sekitar pertengahan bulan ramadan.
“Proses pengerjaan dikebut bahkan sampai malam hari. Kami menambah jumlah personel untuk menangani ini,” kata Agoes.
Soal anggaran, Agoes tidak menyebut nominal. Namun jika kurang akan diajukan di pembahasan anggaran perubahan. Selain jalan yang arus lalu lintasnya padat, perbaikan dan penambahan sarana LPJU juga difokuskan di titik perempatan.
Agoes menambahkan, saat ini sudah banyak PJU yang menerapkan sistem cerdas. Karenanya, jika ada peralatan yang rusak perlu segera diperbaiki. Sebab jika terlalu lama dibiarkan justru akan menimbulkan pemborosan.
Sementara itu, kriminolog UGM Suprapto mengatakan, area yang gelap berpotensi menjadi sasaran lokasi kejahatan. Potensi kejahatan itu bisa dimulai dari hal sederhana semisal tempat nongkrong untuk menikmati miras, kencan dengan bukan pasangan resmi, sampai pada tindak kriminal seperti penjambretan, perampasan, dan penodongan.
Sementara jika masih ada LPJU yang belum diperbaiki, untuk antisipasi kriminalitas warga disarankan menghindari lokasi yang gelap atau sepi. Jika terpaksa harus melintasi tempat tersebut diminta supaya tidak sendirian.





