Berita

Pemasangan Rambu Portable di Jalur Alternatif

Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman melakukan berbagai persiapan manajemen rekayasa lalu lintas antisipasi libur lebaran Idul Fitri 1445 H. Hal ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penumpukan arus kendaraan atau kemacetan lalu lintas, serta mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan di beberapa titik tertentu utamanya kawasan wisata yang ada di wilayah Kabupaten Sleman.

Beberapa antisipasi yang dilakukan yaitu seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas yaitu melakukan pemasangan rambu portable berupa jalur alternatif yang dapat dilalui oleh pengguna jalan, rambu peringatan gunakan gigi rendah dan rambu larangan masuk bagi kendaraan besar.

Rambu portable tersebut diletakkan di beberapa jalur alternatif yang ada di wilayah Sleman Timur, Barat dan Selatan. Rencananya, rambu tersebut akan dilakukan pemasangan pada Kamis, 4 April 2024 oleh petugas seksi MRLL Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman.

Beberapa jalur alternatif tersebut yaitu :

  1. Wilayah Timur yaitu untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas dari Pakem yang akan menuju ke Klaten dan Solo. Dimana, arus lalu lintas dari Simpang 3 (tiga) Pokoh diarahkan ke Ngemplak Meces ke Timur melalui Banjarharjo kemudian ke Selatan menuju Koroulon dan lanjut ke Manisrenggo atau Prambanan dan Klaten.
  2. Wilayah Barat yaitu untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas dari Tempel ke Sleman dan Wates. Dimana, arus lalu lintas dari Simpang 4 (empat) Tempel diarahkan ke Selatan menuju Balangan, Minggir ke Timur menuju arah Sleman atau ke Selatan jika akan menuju Jalan Wates.
  3. Wilayah Selatan yaitu untuk mengantisipasi kemacetan di Jalan Solo (Kalasan dan Prambanan). Dimana, arus lalu lintas dari Simpang 3 (tiga) Raden Ronggo menuju ke Utara sampai dengan Simpang Sidorejo dilanjutkan ke Timur menuju Simpang 3 (tiga) Tulung sampai dengan Simpang 4 (empat) Babrik kemudian lurus untuk menuju Klaten. Atau dari Bogem diarahkan ke Utara sampai dengan Simpang 3 (tiga) Tulung sampai dengan Simpang 4 (empat) Babrik kemudian lurus untuk menuju Klaten.

Di sisi lain, Dinas Perhubungan juga menyiapkan antisipasi ruas-ruas jalan rawan kecelakaan khususnya jalur menuju wisata yang ada di wilayah Kabupaten Sleman yaitu kawasan Kaliurang, Breksi dan Obelix. Adapun antisipasi itu di antaranya memasang rambu-rambu peringatan gunakan gigi rendah dan rambu larangan melintas untuk kendaraan roda 4 (empat) dan kendaraan besar seperti bus pariwisata tidak boleh melewati Jembatan Boyong.

Setelah adanya forum lalu lintas yang dilaksanakan pada awal tahun 2024, Dinas Perhubungan  mengusulkan untuk menghilangkan Jembatan Boyong dari pencarian google maps. Harapan kami, hal itu bisa dipahami wisatawan yang hendak berkunjung ke Kaliurang untuk memilih jalur lain yang sudah disediakan.

No Article rating
0 Reviews
Bagaimana Pendapat Anda ?
  1. Wow!
  2. Mmm
  3. Hmm
  4. Sad
  5. Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *