Rapat Evaluasi Pelaksanaan Lelang Secara e-Procurement Tahun 2012
Tahu
n 2012 sudah hampir berakhir. Kegiatan yang kita laksanakan selama tahun 2012 juga hampir semuanya selesai. Oleh karena itu, Dishubkominfo Sleman melaksanakan rapat koordinasi panitia pengadaan barang dan jasa sekaligus untuk mengevaluasi pelaksanaan lelang secara elektronik pada LPSE.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Hubkominfo, Drs. Agoes Susilo Endiarto, MSi menyampaikan terimakasih atas upaya dan kerja panitia bersama pada tahun 2012.
Kepala Dinas juga mengajak semua 152 pegawai yang menjadi panitia pengadaan secara e-procurement yang berasal dari 19 SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, untuk terus meningkatkan inerja dan profesionalisme sebagai panitia pengadaan barang dan jasa secara e-procurement.
Pengadaan barang dan jasa merupakan salah satu komponen yang mendukung pelaksanaan kegiatan di suatu SKPD, baik dilakukan secara e-Procurement melalui LPSE maupun non– e-procurement atau lelang manual.
Selama tahun 2012 ini, Pemerintah Kabupaten Sleman telah mengadakan pelelangan sejumlah 403 paket, yaitu 303 paket dilaksanakan secara e-Procurement melalui LPSE, dengan total pagu sebesar Rp. 242.695.431.840,- dan 119 paket yang dilaksanakan melalui non-e-procurement atau secara manual, dengan total HPS sebesar Rp 28.940.913.125,- Hal ini berarti bahwa sebesar 73,8% dari total paket pekerjaan yang terdata di LPSE Sleman , dilaksanakan secara e-Procurement.
Dari 303 paket pengadaan barang dan jasa yang dilaksanakan secara e-procurement melalui LPSE, sebanyak 297 paket adalah pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Sleman sendiri dengan nilai pagu paket sebesar Rp 237.949.091.840,21,- Dari total 297 paket tersebut diperoleh selisih antara pagu dan penawaran sebesar Rp 29.456.807.298,21 atau sebesar 12,38%. Hal ini berarti bahwa pengadaan barang dan jasa secara e-procurement pada tahun 2012 ini telah menghasilkan tingkat efisiensi sebesar 12,38%.
Sumber dana paket pelelangan yang berasal dari APBD untuk pelelangan yang diselenggarakan secara e-procurement mencapai 48,74% dari total pagu anggaran semua paket pelelangan e-procurement dari total pagu senilai Rp 115.981.026.340,21.
Sebesar 43,21% pelelangan e-procurement yang kita laksanakan adalah bersumber dari dana APBN, 3,59% berasal dari gabungan APBN dan APBD serta 4,46% bersumber dari dana hibah/loan/grant.
Namun demikian, pada tahun 2012 ini juga terdapat 4 paket pekerjaan yang mengalami gagal lelang karena tidak ada penyedia yang memenuhi persyaratan dalam melakukan penawaran akhir proses pengadaan. Hal ini patut menjadi catatan agar di tahun–tahun mendatang kita dapat bekerja dengan lebih baik lagi.
Kepala Dinas juga mengharapkan agar forum koordinasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama untuk mengkomunikasikan berbagai permasalahan, kendala dan juga usulan yang berguna untuk terus meningkatkan kinerja kita, khususnya dalam bidang pengadaan barang dan jasa secara e-procurement.





